Wednesday, July 8, 2009

Perbandingan Metode Performanced Based Design dengan Metode Modal Pushover Analysis untuk Struktur Gedung Open Frame dan Dual System

Akhirnya berkat usulan dan kuasa dari si Bapak Pembimbing, Tugas Akhir kami bisa dijadiin paper untuk seminar HAKI.Terimakasih yang banyak kepada bapak Bambang Budiono yang berkenan membuka kesempatan ini. Tanggal 11-12 Agustus nanti harus siap-siapin mental untuk presentasi di depan insinyur-insinyur yang udah pengalaman. Taku, tapi senang juga bisa dapat kesempatan langka ini.

PERBANDINGAN METODE PERFORMANCE BASED DESIGN DENGAN METODE MODAL PUSHOVER ANALYSIS UNTUK STRUKTUR OPEN FRAME DAN DUAL SYSTEM
Bambang Budiono, Andrea, Yurike

ABSTRAK
Metode analisis pasca elastik dalam perencanaan bangunan tahan gempa yang sering digunakan adalah metode Performanced Based Design. Metode ini hanya meninjau gaya gempa yang terjadi dengan distribusi gaya mode 1, sehingga perlu dikaji lebih lanjut apakah metode Performance Based Design ini masih relevan pada gedung-gedung tinggi dimana terdapat kontribusi mode-mode yang lebih tinggi pada respon struktur.

Dalam penelitian ini metode Performance Based Design akan dibandingkan dengan metode Modal Pushover Analysis Time History Analysis (MPA – THA) Nonlinear. Adapun objek yang diteliti adalah gedung beton bertulang beraturan Open Frame dan Dual System dengan 20 lantai.





Penelitian menunjukkan bahwa untuk gedung 20 lantai mode-mode yang lebih tinggi ikut berkontribusi sehingga metode Performance Based Design tidak akurat lagi untuk digunakan terutama struktur open frame. Namun, untuk kasus dual system, metode Performance Based Design masih dapat digunakan pada gedung tinggi (dalam studi kasus ini 20 lantai) dengan catatan bentuk deformasi yang terjadi masih mengikuti deformasi mode 1 dominan. Dalam studi perbandingan antara model struktur Open Frame dan Dual System, metode Performanced Based Design lebih baik untuk diterapkan pada struktur Dual System dengan dominasi dinding geser (shearwall dominated). Hal ini dikarenakan pada struktur Dual System – shearwall dominated, hampir seluruh gaya geser yang terjadi diserap oleh shear wall dan hanya sedikit yang masuk ke dalam elemen kolom, yang menghasilkan bentuk deformasi mode 1 dominan.

KATA KUNCI: Performanced Based Design, Modal Pushover Analysis, Modal Participation Factor (MPF), Open Frame, Dual System.


Untuk bahasa inggrisnya, yang pertama kacau balau, setelah ditunjukkan ke bapak, akhirnya dibetulkan dengan komentar :"Ya, sekarang agak bisa dimengerti". ^_^


Comparison between Performance Based Design and Modal Pushover Analysis Method for Open Frame and Dual System Structures
Bambang Budiono, Andrea, Yurike

ABSTRACT
One of the most common methods to design under post elastic earthquake resistant buildings is the Performance Based Design. However, this method only considers the earthquake force distribution of the first mode only. It is required to observe whether the Performance Based Design Method is still relevant for high rise buildings where higher modes contributed to the response.

In this research, Performance Based Design Method will be compared with Modal Pushover Time History Analysis (MPA-THA). The observed structures are Normal Open Frame and Dual System of 20 floor buildings of reinforced concrete structures.

Results show that the 20 floor building of the open frame system the higher modes contributed to the response. Therefore, the Performance Based Design Method is no longer accurate. However, the Performance Based Design is still relevant provided the first mode dominated. Comparison of the responses between the Open Frame and the Dual System structures showed that the Performance Based Design Method is in a good agreement only for the Dual System structure with shear wall dominated action. This is because the Dual System with shear wall dominated, resists most of shear forces and only a few of the lateral forces is taken by the columns. This will lead the structure’s deformation follow the first mode dominated action.

KEYWORDS: Performanced Based Design, Modal Pushover Analysis, Modal Participation Factor (MPF), Open Frame, Dual System.



Read More......

Friday, June 26, 2009

In memoriam our King of Pop



Berita duka datang, waktu lagi buka-buka fesbuk. Banyak yang statusnya RIP Jacko. Pertama kirain Jacko yang donat itu. Setelah dipikir-pikir lagi, OMG, rupanya yang dimaksud Michael Jackson our king of pop. Dan emang benar setelah di search di internet, Jacko dikabarkan meninggal tanggal 25 Juni 2009, karena serangan jantung mendadak.


Lahir pada tanggal 29 Agustus 1958 di Gary, Indiana, Amerika Serikat, Jacko memulai karir di bidang musik sebagai bintang cilik. Bersama keempat saudaranya mereka tergabung dalam The Jackson Five.

Kemudian pada tahun 1971 Jacko mengeluarkan single pertamanya Got to Be There.Di tahun 1982, Jacko remaja sukses sebagai solois dengan album 'Thriller'nya. Album tersebut terjual hingga 21 juta kopi di Amerika Serikat dan 27 juta kopi di seluruh dunia. Semenjak itu, sebutan 'The King of Pop' diberikan padanya. Ia mulai terkenal terutama dengan gaya panggungnya yang biasa disebut Moonwalk.

Sebanyak 13 Grammy Awards telah diraih Jacko sepanjang hidupnya. Sayangnya sinar kesuksesan tersebut harus dinodai dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dituduhkan padanya. Namun kasus itu selalu berakhir dengan damai.

Seakan ingin memperkuat tahtanya, Jacko menikahi Lisa Marie, anak 'The King of Rock n' Roll' Elvis Presley. Namun sayang pernikahan yang berlangsung di tahun 1994 itu harus berakhir dua tahun kemudian. Jacko kembali menikah dengan seorang perempuan bernama Debbie Rowe di tahun 1996 dan kembali bercerai 3 tahun kemudian. Dari kedua pernikahannya, Jacko memiliki 3 anak Prince Michael I, Paris Michael dan Prince Michael II.

Walau bintangnya sempat meredup karena barbagai kontroversi, namun tetap saja Jacko memiliki fans yang setia. Terbukti saat konser kembalinya diumumkan, tiketnya telah habis kurang lebih 6 bulan sebelum konser diadakan.

Read More......

Wednesday, June 24, 2009

Bangkrut gara-gara wisuda ITB

Biasanya orang yang udah mau diwisuda merasa sukacita dan euforia yang berlebihan. Tapi tidak berlaku untuk saya, karena yang pertama rasanya tidak ada sesuatu yang bertambah special dengan adanya wisuda selain hanya menyandang gelar ST. Sedangkan gelar ST tersebut juga belum berguna sebagai fungsi apapun saat ini.

Yang kedua rupanya setelah saya hitung-hitung biaya wisuda di ITB sangat-sangat mahal. Sampai pusing mikirinnya


Hitung saja dengan perincian kasar sebagai berkut :
Biaya cetak skripsi : Rp 300rb
Iuran wisuda ke ITB : Rp 700rb
Japrem HMS : sekitra Rp 200rb
Foto wisuda : sekitar Rp 200rb
Make up +sewa kebaya: sekitra Rp 300rb
Total sudah 1,7jt belum lagi kalau teman-teman menagih minta ditraktir ini dan itu.

Belum lagi karena saya berencana untuk melanjutkan S2 perlu tes TOEFL Rp 330rb (di UPT ITB). Praktis seluruh tabungan habis, sehingga terpaksa bingung harus segera mencari tambahan penghasilan.

Semoga saja saya bisa mendapat pekerjaan magang di konsultan sipil segera, karena melihat pengeluaran yang akan dikeluarkan,seluruh tabungan bakal habis dan perlu biaya tambahan jika ingin melanjutkan hidup di Bandung :)

Read More......

Thursday, June 11, 2009

MP4 Advan M100 hanya seharga Rp 235.0000,-


Life without music is empty. Tapi untuk jaman serba sibuk seperti sekarang ini, dibutuhkan solusi baru jika ingin berelaksasi dengan musik dimana saja dan kapan saja. Setelah jalan-jalan di dunia maya, saya menemukan salah satu solusi yang cukup ekonomis.

MP4 Advan M100, tidak hanya sebagai pemutar musik, tapi bisa juga sebagai pemutar video, voice recorder, radio FM,dan game. Memory yang bisa ditampung cukup besar yaitu sebanyak 2 GB, memberi kita kenyamanan untuk menyimpan berbagai file, seperti musik, video, foto, dll.

Desainya sporty,trendy serta ringan cocok dibawa kemana saja, untuk insan modern yang mobilitasnya tinggi. Ditambah lagi dengan baterai yang tahan hingga 10 jam memudahkan kita untuk beraktivitas ditemani si mungil ini, lembur pun tak masalah lagi.


Berita bagusnya, di Alnect Webstore, si mungil ini hanya dijual Rp 235.000,-, apalagi yang kurang? Saatnya menikmati hidup santai dan gaya dengan MP4 Advan M100

Spesifikasi:
MP3/WMA Support Yes
Radio FM Yes
Voice Recording Yes
Screen Display Yes with 1.8'' CSTN LCD
Photo Viewer Yes
Text Viewer Yes
Built In Speaker No
Memory Card Slot Yes with Micro SD Capability
Battery / Power Rechageable Lithium Ion Battery
Special Feature 7 Equalizer Preset, Flash mini games, E-book
Dimension (WHD) (83.3 x 42 x 9.2) mm
Weight 31 gram
Alnect Care Warranty 30 Hari
Standard Warranty 180 Hari

Read More......

Wednesday, June 10, 2009

Mengembangbiakkan Uang


Membaca salah satu tulisan di salah satu blog tentang Sehebat Penjual Voucher.Di pemikiran saya justru tercetus ide lain. Bukan karena sistem penjualan, keunggulan produk, dsb, tapi lebih ke prinsip dasar dari berbisnis, yaitu masalah pemikiran tentang pengelolaan keuangan.

Dalam salah satu tulisan karya Robert T Kyosaki, beliau pernah berkata ; " Bila ingin kaya, buatlah supaya uang bekerja untuk kita". Kutipan ini mungkin ada benarnya. Dalam mengelola keuangan, baik rumah tangga maupun individu ada banyak persepsi yang salah.

Banyak dari setiap individu yang mengutamakan keamanan, sehingga tidak berani mengambil resiko. Sebagai contoh, deposito pada umumnya merupakan salah satu instrumen favorit dalam keuangan kita. Hanya sedikit sekali yang berani menaruh asetnya pada instrumen keuangan lain seperti saham, reksadana, dsb. Lebih sedikti lagi yang berani mengambil resiko untuk memutar uangnya dalam bisnis.


Padahal bila ditelaah lebih jauh, tabungan atau deposito justru merupakan instrumen yang paling tidak menguntungkan atau malah kadang-kadang memberi kerugian. Sebagai contoh, teman saya katakanlah si A. Dia hanya mempunyai tabungan Rp 4.000.000,-. Tadinya dia berpikir bahwa uang ini harusnya didiamkan saja di tabungan sebagai cadangan bila terjadi sesuatu hal yang darurat.

Kemudian dia melihat peluang bisnis pulsa yang hanya perlu modal sedikit. Dengan modal Rp 3.000.000,-, dia mencoba berkecimpung dalam bisnis penjualan pulsa ini secara part time tanpa mengganggu aktivitasnya sebagai mahasiswi. Untuk setiap pulsa yang terjual keuntungannya Rp 1.000. Dengan rata-rata sekitar 5 transaksi sehari, dalam sebulan dari modal Rp 3.000.000,- didapatkan keuntungan Rp150.000,-.

Tentunya bila dana tersebut dialokasikan hanya di tabungannya saja, bunga yang didapat tentu tidak akan mencapai Rp 150.000,-. Hal ini membuat saya berpikir, seperti kata Robert T Kyosaki itu, selama ini kita terus bekerja untuk uang. Kita bekerja keras siang dan malam, untuk mencari uang, supaya si uang ini bisa bermalas-malasan di bank.

Sebaliknya justru kita harus membuat uang bekerja untuk kita. Mungkin seperti teman saya si A tadi, dia berusaha supaya dari uang yang sedikit menghasilkan sesuatu, tidak hanya mengendap di peti bank yang dingin.

Mungkin pola pikir inilah yang membedakan antara orang kaya yaitu orang yang bisa berpikir supaya uang yang kita punyai bisa menghasilkan sesuatu, dan orang miskin yang selalu berpikir bagaimana supaya saya bisa menghasilkan uang lebih banyak. Oleh karena itu, bisa dilihat , bahwa orang-orang terkaya di manapun, selalu memiliki bisnis pribadi yang akan menghasilkan uang untuknya. Denga kata lain orang kaya selalu adalah seorang enterpreneur.

Ngomong-ngomong, kata-kata duit itu bila diucapakan sama dengan do it, artinya lakukanlah sekarang. Semoga buah tulisan saya ini bisa membuka pikiran kita tentang bagaimana kita mengelola keuangan sebaiknya.



Read More......

Wednesday, June 3, 2009

Versi lain Manohara

Wah, dapet cerita bagus dari teman nih. Ada di milis :
Ibu dessy sering kawin cerai, awal dari background yg nggak baik.
Mantan suaminya yg Narapidana & mendekam di penjara jadi awal yg nggak baik pula.
Kalau dia ibu yang baik, anak umur 15 tahun tdk akan diizinkan utk mulai pacaran, apalagi dg pria berusia 30-an tahun.

Ibu dessy jelas mencari pria super kaya utk anak yg masih dibawah umur, apalagi kalau bkn menggunakan kecantikan Mano utk kepentingan dessy sendiri.
Manohara diperkosa TT desember 2007 (Status: Masih pacar Ardhi). Kalau dia ibu yg baik tentu dia akan menjaga baik2 anaknya jgn sampai diambil keperawanannya oleh om2 berumur 31-an.




Setelah Mano tdk perawan, dan dessy juga tahu Mano tidak perawan, Dessy masih mendukung Mano pacaran dg Ardhi. Kemungkinan dessy & dewi tdk mau ketinggalan liburan ke Amerika naik pesawat jet Bakrie.

Masih juga tdk puas dpt calon mantu super kaya, dessy berusaha menarik perhatian bapaknya si calon mantu yg jelas2 sdh beristri. Yg sayangnya si bapak nggak tertarik sama sekali dg dessy, dan yg ada dessy dpt adl teguran keras dr keluarga si bapak & dpt dampratan yg super keras dr istri si bapak, dan diusir dari pada saat pestanya Adinda Bakrie.
Nah bbrp hari kemudian, dessy membawa Mano ke Kelantan utk dinikahkan dengan TT.

Saat Mano menikah (berdasarkan pengakuan dessy sendiri) wkt berdandan dengan Mano di ruangan istana, dessy memakai perhiasan kerajaan yg tersedia utk dipakai Mano, saat orang kerajaan meminta dilepas, dessy tersinggung.
Kalau dessy tdk kampungan dan tau diri, dia tdk akan berani memakai perhiasan kerajaan tanpa ijin dulu. Ibarat spt Lady Di sewaktu menikah diberi ratu Elisabeth tiara kerajaan yg diwariskan turun temurun, masuk akal nggak kalau sampai dipakai ibunya? Yg ada malu kaliii...

TT sdh menyerahkan sejumlah uang dan perhiasan sbg Mas Kawin (Yang tentunya sdh diterima dessy) Setelah menikah, TT menginginkan malam pertama, tapi Mano mengatakan sdg haid, TT masih sabar.
Saat bulan madu Mano & suaminya bulan madu ke Thailand, yg anehnya dessy & dewi ngekor aja. Kelihatan spt nggak mau kehilangan uang sesenpun, selalu ngekor kemana Mano pergi even utk honeymoon yg seharusnya jadi acara romantis berdua saja. TT mulai naik pitam..

Setelah 2 bulan menikah TT belum pernah tidur dg Mano, dg alasan yg sama, Mano lagi haid. Pastinya ini juga tekanan dari dessy krn tuntutan uang dessy baru diberi setengahnya saja. Jelas TT mengamuk. Sdh menikah tapi si istri selalu menolak utk berhubungan intim.
Tdk tahan dg TT yg sering marah2 krn ajakan utk tidur bersama, Mano kabur ke jakarta (tentunya atas desakan dessy), yg anehnya nggak lama kemudian dia kedapatan dugem di Bali. Herannya lagi nih , status masih suami TT, Mano malah berhubungan dg pembalap Ryan Haryanto. (Lihat foto2 mereka ketka dugem di Bali di bawah ini)

Jika dessy ibu yg baik dan benar Mano kabur ke Jakarta bkn krn tekanan dari dessy, saat TT ke jakarta utk jemput Mano, dessy tdk akan mengizinkan Mano kembali ke TT. Tdk ada org bodoh yg mau tertipu 2x jika bkn krn serakah.
Dessy terlalu banyak menuntut. Uang, apartemen dan mobil mewah. Setelah tuntutannya dikabulkan, dessy marah krn jumlah uang tdk sesuai dg yg diharapkan alias tdk cukup utk bayar hutangnya yg menggunung. Serta Mobil dan Apartemen bkn atas nama dessy. Dessy menolak apartemen tersebut, yg saya heran ini mobil Alphard sempat dipakai kemana2.

Dessy sekeluarga beserta TT berangkat Umroh, dimana TT mungkin sgt kesal dg ulah dessy yg mata duitan maka dibawalah Mano ke Kelantan tanpa dessy.
Kalau memang dia mdptkan kesulitan utk dpt penanganan scr hukum krn posisi TT sbg anak raja dan dia pikir perlu bantuan publikasi utk tujuan membebaskan Mano, nggak usahlah soal pribadi Mano diumumkan lewat media massa. Sangat miris sekali melihat ibu yg spt ini.

Setelah melihat tayangan heboh dessy di tv, tiap orang mulai bertanya, lho ini kan dessy yg pernah menipu saya, uang saya ada lho di dia ratusan juta dan belum dibayar. Temannya yg lain juga mulai bertanya, lho dia juga menipu saya, uang saya ratusan juta pun masih ada di dia dan belum dibayar.
Kedapatanlah dessy berhutang 5 milyar dari sekian banyaknya orang (itupun yg ketahuan, yg nggak ketahuan??) Kenapa dessy selalu membawa bangsa Indonesia dalam perdagangan manusia ini? Ini bukan masalah bangsa, bukan masalah Indonesia-Malaysia, tapi masalah individu.
Bisa dimengerti kenapa desy berteriak2 di Indonesia bkn di Amerika (bapaknya Mano org Amerika), krn rakyat Indonesia terlalu mudah diprovokasi, apalagi krn dr dulu hub Indonesia&Malaysia selalu diwarnai ketegangan.

Tidak usah saling menghujat mengatasnamakan bangsa,permasalahan bangsa ini saja sdh cukup rumit, kemiskinan dimana2. Sedangkan Mano? Ibu dan kakak yg ngakunya bergaul dg kalangan jetset, bukannya semua perlu uang yg sgt banyak,pakaian mahal & bermerek? Patut dipertanyakan asal uangnya dari mana.

Suami ke2 dessy org Amerika, Suami ke3 Dessy org Perancis, Mano disuruh kawin (dijual) ke Pangeran Malaysia. Giliran susah minta tolong ke Indonesia. Harus dicek apakah dessy ada npwp atau tdk. Sdh ngga bayar pajak, hidup bergaya socialita, ngga bawa devisa spt TKI, maunya kawin dg org luar negri terus, pas susah bawa2 rasa kebangsaan.

Anak sdh dijual, mana bisa minta kembali.
Presiden dan Wakil Presiden beserta menteri nggak level urus masalah ini.
Banyak masalah yg lebih penting dan urgent yg harus diurus. Daripda mengurus dessy yg doyan ngutang.

Pesawat jet di foto diatas diakui dessy sbg pesawat pribadinya. Mentok2 ketahuan juga kalau itu punya Bakrie. Pernyataan di Perancis dia tinggal di Cannes, mentok2nya ketahuan juga kalau dia ternyata numpang di rumah Bakrie, sekalian numpang tenar, numpang kaya. Persoalan ini juga lagi2 dia dpt teguran yg lumayan keras dr Bakrie.
Persoalan hutang bermilyar2 kenapa orang tdk ada yg melaporkan, itu tinggal menunggu bom waktu yang siap meledak kapan saja, dan sebelum itu terjadi,

Semoga bu dessy segera bertobat. Amien.



Wakakakak. Nih cerita versi mana yang benar ya. Tapi versi ini masuk akal juga. Kaya di film2 aja ini 3 anak beranak.


Read More......

Friday, May 29, 2009

Kisah Pramugari

Kisah ini gw dapet dari Rilla by email. Thanks ya Ril. Menyentuh sekali. Sebenarnya memang semua kegiatan kita mempunyai banyak sisi dan banyak faktor.

Hal yang terkadang terlupakan, sperti bernafas dan keserasian tubuh, pikiran dan gerakan tubuh kita dalam keseharian adalah hal yang ajaib.... Tentunya kalau kita berhenti saja sejenak setiap hari... Kita mampu merasakannya.
Berikut kisahnya:

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.



Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.

Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.

Aduh Bagi Yg Udah Baca Pasti Merinding dan Terharu Termasuk gw.
Moga2 Bermanfaat dari Cerita Di atas thx.

Read More......